Assalamualaikum Wr. Wb.
Sebelumnya saya mohon maaf karena jarang update. Alasan saya masih tetap sama seperti yang dulu: sibuk. (Ciyus? Miyapah?) Eh kok jadi ikut-ikutan alay. Ye... ye... ye... ha ha ha ha... (waduh jadi alay beneran nih. Tolong.....
Kamu sudah install Blankon 8 Rote belum? Kalo belum coba kamu install dan bandingkan performanya dengan sistem operasi Jendela (you know what lah...).
Dari sekian banyak disro Linux yang pernah saya coba, saya sangat terkesan dengan Blankon 8 Rote. Yang lebih membanggakan lagi, distro Linux yang satu ini buatan anak negeri sendiri lho. Memang sih Blankon 8 Rote ini nggak seterkenal distro lainnya, tetapi soal performa sangat bisa diadu dengan distro yang paling terkenal di dunia: Linux Mint. Secara sebelum saya pakai Blankon 8 Rote, saya sudah lama juga pakai Linux Mint.
Aduh kok jadi melenceng dari judul? Yuk kita kembali yuk... Sekarang kita serius ya. Kita akan membahas sesuai judul posting ini. (Lha berarti dari tadi kita nggak serius?)
Tampilkan postingan dengan label gnome. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gnome. Tampilkan semua postingan
Install Gnome Panel di Blankon 8 Rote
Manokwari adalah panel menu untuk Linux Desktop karya anak Indonesia. Inilah yang menjadi ciri khas dari Blankon 8 Rote. Manokwari sendiri merupakan pengembangan lebih lanjut dari panel yang sudah ada, Blankon Panel.
Untuk saat ini, menurut saya masih banyak yang harus dibenahi dari Manokwari. Manokwari memang bagus, elegan, ringan sekali. Tapi bagi yang suka otak-atik tampilan, akan sedikit menjadi masalah sebab Manokwari tidak bisa dikostumisasi.

Saya kesulitan menggunakan beberapa tombol keyboard untuk menjadi shortcut suatu aplikasi. Oleh karena itu, dalam perkerjaan sehari-hari saya masih lmenggunakan panel yang sudah lama saya gunakan dan menjadi ciri khas Ubuntu bertahun-tahun, yakni Gnome Panel Classic.
Meski demikian saya sangat berharap ke depannya Manokwari bisa berkembang lebih lanjut.
Tutorial kali ini akan membahas bagaimana install Gnome Panel di Blankon 8 Rote.
Jika kamu masih belum tahu apa itu Gnome Panel, kamu bisa membandingkannya dengan "Start Menu" Windows yang ada di pojok kiri bawah. Di Windows, "Start Menu" menyatu dengan kernel (CMIIW). Sedangkan di Linux, semuanya adalah aplikasi mandiri termasuk desktop itu sendiri. Jadi kita punya kesempatan untuk "membuat" Start Menu (panel) sesuai dengan selera kita. Dalam hal ini Manokwari salah satunya.
Untuk saat ini, menurut saya masih banyak yang harus dibenahi dari Manokwari. Manokwari memang bagus, elegan, ringan sekali. Tapi bagi yang suka otak-atik tampilan, akan sedikit menjadi masalah sebab Manokwari tidak bisa dikostumisasi.
Saya kesulitan menggunakan beberapa tombol keyboard untuk menjadi shortcut suatu aplikasi. Oleh karena itu, dalam perkerjaan sehari-hari saya masih lmenggunakan panel yang sudah lama saya gunakan dan menjadi ciri khas Ubuntu bertahun-tahun, yakni Gnome Panel Classic.
Meski demikian saya sangat berharap ke depannya Manokwari bisa berkembang lebih lanjut.
Tutorial kali ini akan membahas bagaimana install Gnome Panel di Blankon 8 Rote.
Jika kamu masih belum tahu apa itu Gnome Panel, kamu bisa membandingkannya dengan "Start Menu" Windows yang ada di pojok kiri bawah. Di Windows, "Start Menu" menyatu dengan kernel (CMIIW). Sedangkan di Linux, semuanya adalah aplikasi mandiri termasuk desktop itu sendiri. Jadi kita punya kesempatan untuk "membuat" Start Menu (panel) sesuai dengan selera kita. Dalam hal ini Manokwari salah satunya.
Langganan:
Postingan (Atom)