Di repository (lumbung) Blankon 8 Rote banyak kita jumpai macam-macam aplikasi. Akan tetapi kita tidak bisa mengikuti perkembangan update beberapa aplikasi.
Misalnya saja, versi Mozilla Firefox yang ada di Blankon 8 Rote masih versi 14, padahal repository Ubuntu sudah memuat versi 15.
Karena alasan itulah muncul ide saya menambahkan repository Ubuntu ke repository Blankon 8 Rote. Dan ternyata bisa!
Perhatian! Tutorial ini memerlukan koneksi Internet ya...
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
Cara Gampang Install Ubuntu/Mint
Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah kita belajar menjalankan Linux lewat flashdisk atau kartu memory, kemudian tentang partisi dan membuat partisi untuk installasi Linux, kini saatnya kita untuk melakukan installasi.
Oh iya saya mohon maaf ya kalau ternyata sequel tutorial ini lama keluarnya karena keyboard di rumah saya lagi rusak dipakai mainan anakku.
Seperti yang tertera pada judul, tutorial ini khusus ditujukan untuk installasi Linux distro Ubuntu atau Mint (dan keturunannya). Meski demikian, secara umum kamu juga bisa install Linux distro apa saja. Dan lagi, tutorial ini khusus buat pemula seperti saya. Jadi jika para mastah lagi baca tutorial ini, mohon jangan diketawain. Malah kalau bisa dikasih duit eh... salah... dikasih kritik dan saran.
Dalam tutorial ini, saya menggunakan Linux Mint versi XFCE. Alasannya karena selain ringan tapi tetap berdaya guna, kita nggak perlu lagi bingung kalau mau putar video atau lagu favorit.
Okey deh... To the point saja ya...
Setelah kita belajar menjalankan Linux lewat flashdisk atau kartu memory, kemudian tentang partisi dan membuat partisi untuk installasi Linux, kini saatnya kita untuk melakukan installasi.
Oh iya saya mohon maaf ya kalau ternyata sequel tutorial ini lama keluarnya karena keyboard di rumah saya lagi rusak dipakai mainan anakku.
Seperti yang tertera pada judul, tutorial ini khusus ditujukan untuk installasi Linux distro Ubuntu atau Mint (dan keturunannya). Meski demikian, secara umum kamu juga bisa install Linux distro apa saja. Dan lagi, tutorial ini khusus buat pemula seperti saya. Jadi jika para mastah lagi baca tutorial ini, mohon jangan diketawain. Malah kalau bisa dikasih duit eh... salah... dikasih kritik dan saran.
Dalam tutorial ini, saya menggunakan Linux Mint versi XFCE. Alasannya karena selain ringan tapi tetap berdaya guna, kita nggak perlu lagi bingung kalau mau putar video atau lagu favorit.
Okey deh... To the point saja ya...
Langganan:
Postingan (Atom)